MULTIGENERATION WORKPLACE
Everything has changed and will keep on changing…. are you ready to change?
Revolusi teknologi masa kini – khususnya komputer dan internet – telah mengubah total wajah masyarakat kita. Kita semua berdiri di ambang perubahan, gerbang transisi… transisi dari system ekonomi lama menjadi sistem ekonomi baru, dimana kecepatan telah menjadi kunci utama keberhasilan individu maupun organisasi. Kecepatan telah menjadi jauh lebih penting daripada isi, karena kita berada dalamgelombang pergeseran paradigma; kalau hari ini yang cepat bisa mengalahkan yang lambat, esok hari tidak lagi demikian. Nantinya siapa cepat akan mengalahkan yang besar.
‘The future is now” sudah tidak lagi pas untuk masyarakat yang super dinamis seperti sekarang ini… kita semua perlu melakukan semua langkah persiapan yang perlu dilakukan untuk masa depan, sekarang juga! Pengetahuan saja tidak lagi cukup, karena saat ini setiap orang harus memiliki pengetahuan dan segera melakukan tindakan, sekarang juga! Karena ‘masa depan’ itu sudah mengepung kita, sudah berada di sekitar kita – dengan segala sesuatu yang serba mobile, serba nir-kabel, semuanya menuntut konektifitas dan multimedialitas… siap atau tidak, masa depan itu sudah datang dan berdiri di hadapan kita semua!
Memasuki abad ketiga ini, kita semua bagaikan memasuki dunia yang ‘dikuasai’ dan didominasi oleh energi, komunikasi dan transportasi... ketiga faktor ini menjadi tiga komoditas primadona yang dicari oleh banyak orang. Seiring dengan terjangan gelombang ‘masa depan’ ini, terjadilah p berbagai perubahan mencolok dalam gaya hidup dan cara kerja di masyarakat.
Tren Baru Angkatan Kerja
Dalam dunia kerja, terjadi tiga pergeseran utama, yaitu:
- Multigenerasi, keberadaan 4 generasi secara bersamaan dalam angkatan kerja kita
- Keragaman, tempat kerja bagaikan blender yang menampung berbagai macam ‘rasa & warna’, tetapi tetap saling melengkapi dan mengindahkan
- Kepercayaan, etika & saling menghargai, bersama-sama mencari’the higher purpose’ di tempat kerja dan dalam tugas masing-masing
Multigenerasi
Untuk pertama kali dalam sejarah, terdapat 4 generasi sekaligus aktif dalam angkatan kerja... benar-benar bekerja sama dan saling berinteraksi di tempat kerja. Masing-masing angkatan kerja tersebut memiliki sudut pandang serta etos kerja, sikap terhadap pemegang jabatan, perspektif kerja, karakter relasi serta kepemimpinan yang berbeda-beda.
Generasi Baby Boomer (1945-1965)
Berawal dari besarnya jumlah angkatan baby boomer, ditambah lagi dengan semakin meningkatnya kualitas kesehatan dan gaya hidup masyarakat sekarang, semakin banyak angkatan baby boomer – yang sekarang sudah memasuki usia lanjut – memasuki serta masih aktif di dalam angkatan kerja masa kini. Selain itu semakin banyak pekerjaan yang sifatnya tidak lagi terlalu menyita tenaga fisik serta meningkatnya minat masyarakat secara umum untuk memberikan nilai dalam pekerjaannya membuat semakin banyak kalangan ‘lanjut’ meramaikan dunia kerja masa kini… “you’re not getting older, you’re getting better!” … bahkan telah diramalkan bahwa pada tahun 2050, usia paruh baya akan mencapai tahun ke 75-78.
Generasi X / Post Boomer (1965-1980)
Generasi Baby Boomer yang berjumlah besar itu disusul oleh generasi X – generasi ini jumlahnya relatif kecil dibandingkan angkatan sebelumnya karena kecenderungan generasi Boomer yang ‘gila kerja’ sehingga ‘terlambat’ untuk mempunyai anak. Generasi ini dinamakan generasi X karena anak-anak muda generasi ini cenderung tidak punya ‘karakter’ tertentu ataupun tidak punya ‘tokoh pahlawan idola’ ... mereka tidak punya ‘memorabilia’ tersendiri sebagai ciri khas generasinya. Generasi ini cenderung bersikap skeptis dan tidak terkesan pada otoritas, seimbang, tidak suka mengambil komitmen, lebih suka mengandalkan diri sendiri, selain itu karakter kepemimpinan dalam generasi ini didefinisikan oleh kompetensinya – “...hidup adalah untuk bersenang-senang!” Karakter yang unik ini sedikit banyak dipengaruhi oleh masa kecil mereka dimana kedua orangtuanya lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja dan kurang meluangkan waktu ‘berkualitas’ bagi mereka... sehingga mereka cenderung bermain sendiri, menghabiskan waktu sendiri, di depan televisi dan sebagian lagi didepan ‘komputer’.... Masa produktif generasi ini ditandai dengan masa dimana pasokan tenaga kerja dalam kondisi paling minim!
Generasi Y / the Netter (1980-1990)
Dengan perkembangan teknologi informasi dan komputer yang semakin maju, generasi ini tumbuh dalam iklim yang sangat ‘kental’ dengan teknologi dan serbuan informasi yang serba cepat dan canggih. Mereka mempunyai orangtua dengan karakter umum yang jauh berbeda dengan karakter generasi baby boomer, sehingga terbentuklah generasi yang penuh rasa ingin tahu, asertif dan penuh percaya diri, mereka memiliki harga diri yang tinggi, selalu ‘mudah’ untuk berteknologi-ria, dan bisa menerima perbedaan dengan sangat baik. Kepemimpinan dalam generasi ini ditentukan oleh intelejensi. Mereka adalah generasi yang lain dari yang lain; mereka punya semua kelengkapan untuk bertanya, menantang dan menyatakan sikap tidak setuju dengan lepas, singkat kata, mereka adalah para pemikir kritis. Istilah apapun yang Anda pakai untuk melabeli generasi ini, mereka adalah angkatan baru yang telah berdiri tegak melawan dan merubah dunia sebagaimana sekarang ini…
Generasi Z... the zippies
Kalau angkatan 60an didominasi oleh kaum hippies, dan angkatan 80an penuh dengan kaum yuppies, saat ini angkatan muda kita didominasi oleh kaum zippies... Mereka adalah anak muda perkotaan – baik laki-laki atau perempuan - yang saat ini berusia 15-25 tahun, mereka memiliki ooze attitude atau kepercayaan diri yang sangat kuat, serta ambisi dan aspirasi yang sangat tinggi. Mereka cool, penuh percaya diri dan kreatif, suka tantangan, resiko dan tidak punya rasa takut, mereka tidak pernah merasa ‘bersalah’ untuk mencari (banyak) uang dan membelanjakannya. Percaya pada tujuan, bukan takdir, terbuka, mobile dan positif… mereka menuntut pekerjaan yang bagus dan menginginkan kehidupan yang ‘bagus’.
Keragaman
Angkatan kerja masa depan terdiri dari beragam manusia – gender, beragam etnis & ras, beragam latarbelakang geografis, beragam keterbatasan fisik – menjadi satu dalam semacam ‘blender’…. Tetapi yang tetap diwarnai dengan sikap terbuka, saling menerima dan saling menghormati.
Perusahaan-perusahaan tidak hanya akan mentolerir perbedaan dalam angkatan kerja masa depan; mereka justru akan mencari & memanfaatkannya…dan itulah kunci untuk terus maju. Karena kondisi demikian justru merupakan kondisi yang menguntungkan; percampuran ras, etnis dan bangsa sedang terjadi, dan percampuran ini akan berpengaruh positif terhadap tempat-tempat dimana mereka tinggal dan bekerja. Orang-orang ini cenderung bersikap dan berpikiran lebih terbuka…mereka akan membuat perspektif dan pandangan hidup kita lebih terbuka dan mencerminkan kondisi dan tuntutan pasar saat ini dengan lebih baik …
Karena semakin ke depan, masyarakat cenderung menyikapi perbedaan dengan semakin terbuka – kalau dulu mereka cenderung memisah-misahkan diri dalam kelompok-kelompok, kemudian berangsur-angsur mulai bisa mentolerir perbedaan dari kelompok-kelompok lainnya, sekarang masyarakat sudah bisa menerika perbedaan di antara mereka tanpa harus masuk dalam kelompok-kelompok tertentu, untuk masa depan, masyarakat justru akan mencari, menghargai dan ‘merayakan’ adanya perbedaan itu….!
Kepercayaan, Etika & Saling Menghargai
Kecenderungan semakin suburnya sikap ‘agung’ dalam masing-masing pribadi dalam angkatan kerja masa depan mendorong mereka mencari ‘a higher purpose’ di tempat kerja mereka, yang pada gilirannya akan mendorong suburnya pengekspresian bakat alami, semangat untuk meningkatkan kerjasama, dan rasa memiliki serta loyalitas.
Hal ini akan menciptakan iklim kerja yang sangat positif, baik bagi perusahaan maupun karyawan dimana kepuasan kerja & moral karyawan yang meningkat, sehingga mendorong meningkatnya loyalitas dan komitmen karyawan, selanjutnya meningkatkan produktifitas, menekan angka stress pada karyawan, yang pada gilirannya akan bisa mengurangi angka turn-over dalam perusahaan… yang otomatis akan meningkatkan kemampuan perusahaan untuk merekrut dan mempertahankan karyawan, serta untuk meng-akses pasar-pasar baru… dan tentu saja yang paling diharapkan adalah meningkatnya performa finansial perusahaan.
Lalu bagaimana kita dapat mempersiapkan diri menghadapi fenomena
tersebut?
Kuncinya adalah fleksibilitas dan fokus pada individual. Berikut ada formula penting untuk menghadapi masa depan atau yang dikenal dengan trilogi sukses di masa datang;
- fleksibilitas
- respek
- komunikasi
Jangan pernah lupakan “personal touch” dalam komunikasi Anda...
“Keep a high touch in high tech, and keep the culture of an organization alive!” |